liku-liku antivirus dan his villain, virus

Antivirus tiada guna
Mungkin saat komputer Anda hang (baca = tidak bekerja), akan ada seseorang atau mungkin Anda sendiri memfitnah bahwa virus telah membuat komputer Anda hang. Lebih parah lagi, ada beberapa orang yang beranggapan kalau terjadi anomali terhadap komputernya itu adalah kerjaan virus. Karena mereka beranggapan ini semua ulah dari virus, maka mereka memasang Anti-Virus. Setelah komputer mereka dipasangi Anti-Virus, hati mereka menjadi lega dan tenang.

Ini merupakan anggapan yang salah tentang Virus dan Anti-Virus. Ironisnya pemahaman seperti ini telah meluas hingga ke… mana-mana. Dan di sini Insya Allah saya akan mengungkapkan secara fakta dan realita, apa itu Virus dan Anti-Virus, dan haruskah komputer kita dipasang Anti-Virus.

Okay. Let’s we talk about it

Virus
Virus adalah sebuah program komputer yang dapat menggandakan dirinya untuk menginfeksi komputer korban, biasanya bersifat merusak. Virus merupakan golongan daripada program perusak atau malicious software/malware. Selain virus, malicious software yang lain ada:

Worm (Virus yang dapat menyebarkan dirinya sendiri)

Spyware (Software mata-mata, merekam segala aktifitas kita)

Trojan (Malware yang dapat mengontrol sebuah komputer dari jarak jauh

dan lain sebagainya.

Sehingga, jika ada virus yang dapat menyebar, berarti dia bukan virus, tetapi Worm. Banyak yang salah kaprah dengan istilah-istilah ini. Sehingga akan lebih baik jika kita membenarkannya dan memakai yang benar.

Oh ya, satu hal yang penting diketahui adalah bagaimana Virus (atau lebih tepat dikatakan Worm) itu menyebar.
Virus adalah sebuah program komputer. Layaknya program komputer lain, misalnya Microsoft Word, tidak akan ada di komputer Anda kalau Anda tidak memasangnya (menginstallnya). Begitu pun Virus, tidak akan dia menginfeksi komputer Anda jika Anda tidak memasangnya. Lho, bagaimana cara memasang Virus pada komputer? Sebagaimana Anda menginstall/memasang software komputer konvensional, Anda harus menjalankan yang namanya setup untuk dapat memasangnya.

Banyak virus yang menyamar sebagai folder. Cara dia menyamar, yaitu membuat ikonnya mirip sebuah folder. Sehingga kita akan menganggapnya sebagai sebuah folder. Tanpa disadari, jika Anda mengklik 2 kali kepadanya, bukan folder yang dibuka, tapi komputer akan menjalankan VIRUS yang barusan Anda klik 2 kali.

Anti-Virus
Anti-Virus adalah software komputer yang dapat menghilangkan dan mencegah masuknya Virus (dan malware lainnya) ke komputer. Bagaimana dia bisa menghilangkan dan mencegah masuknya Virus? Mari kita bahas cara kerja Anti-Virus.
Anti-Virus memiliki database (sebuah berkas/file yang menyimpan data-data) yang berisi tentang informasi virus. Database ini bernama Virus signature, atau ada juga yang menyebutnya Virus definition. Anti-Virus dalam memindai (scan) file apakah itu virus atau bukan, bergantung kepada signature ini. Sehingga signature harus sering dimutakhirkan (update). Mengapa demikian?

OK. Saya misalkan Saya mempunyai Anti-Virus dengan signature yang terakhir dimutakhirkan pada tanggal 5 Mei 2007. Dengan demikian berarti Anti-Virus yang saya miliki hanya dapat mendeteksi virus yang ditemukan pada tanggal sebelum 5 Mei 2007. Misalnya ada virus baru yang ditemukan pada tanggal 10 Mei 2007, maka Anti-Virus miliki saya tidak akan mendeteksi itu sebagai sebuah virus. Lalu apa yang terjadi? Virus tersebut dapat menginfeksi komputer Saya meskipun di komputer saya ada Anti-Virus. Mudah kan?

Dalam mencegah dan menghilangkan virus yang masuk/yang ada di komputer, Anti-Virus menggunakan prinsip “On-Access Scanning”. Yang artinya, setiap file yang ada akses, tulis, baca, hapus, dan buat, akan dipindai (discan) oleh AV tersebut. Jika AV tersebut membutuhkan waktu 0.1 detik untuk memindai satu buah file, berarti saat Anda mengkopi 100 file secara bersamaan akan ada delay sebanyak 10 detik.

Pakai AV atau tidak?
Setelah Anda memahami bagaimana Virus menginfeksi dan bagaimana AV mencegahnya masuk, sekarang berbalik kepada Anda dan inti dari masalah kita semua. Sebaiknya pakai AV atau tidak?

Memakai AV memang meningkatkan keamanan komputer, tapi Anda juga harus rajin memutakhirkan signaturenya. Biasanya lewat Internet, namun jika Anda tidak memiliki internet, bisa juga membeli majalah komputer yang ada bonus CD/DVD/BDnya. Biasanya mereka menyertakan virus signature untuk macam-macam AV ke dalam cakram bonusnya. Sebagai gantinya, Anda harus merelakan beberapa persen dari performa komputer Anda karena AV akan memberatkan komputer Anda.

Tidak memakai AV juga bukan pilihan buruk. Komputer Anda performanya akan lebih cepat jika dibandingkan dengan memakai AV. Namun, Anda harus mengerti teknis komputer. Karena Anda harus pintar-pintar dan pandai-pandai menganalisa sendiri “file ini virus atau bukan yah?” “Flash disk ini ada virusnya atau tidak yah?” “Kartu memori ini ada virusnya atau tidak yah?”. Pengalaman saya sendiri, saya pernah kebobolan komputer saya tersusupi virus dari Internet. Saya sendiri heran, saya tidak membuka situs yang aneh-aneh (yang biasanya situs tersebut mengandung virus). Kemungkinan besar ini dikarenakan celah keamanan (security hole) yang ada pada Windows sehingga tahu-tahu Windows saya tersusupi Virus. Untungnya, virus tersebut mudah dihilangkan.

Oh ya, hargai para pembuat software. Jangan pakai yang bajakan! Banyak AV yang gratis, banyak juga yang berbayar. Untuk yang berbayar, silahkan Anda mencarinya di toko software yang terdekat dekat lokasi Anda. Atau Anda bisa juga membelinya secara Online.

Akhir kata, semoga tulisan ini dapat meminimalkan segala salah kaprah yang ada tentang Virus dan Anti-Virus.

No Comments Yet

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a comment